Stroke, bukan kondisi yang datang secara tiba-tiba. Banyak kebiasaan yang tingkatkan risiko stroke secara senyap mengundang “bencana” ini. Jika Anda terus menerus membiarkannya, kebiasaan umum ini akan meningkatkan risiko stroke.
Beberapa di antaranya memang mungkin jarang Anda sadari seperti pola makan yang buruk dan juga jarang bergerak.
Segera ketahui semua kebiasaan ini dan jaga kesehatan Anda agar stroke tak terjadi!
Apa Saja Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Stroke?
Dari sejumlah laman kesehatan, ada cukup banyak kebiasaan harian yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami stroke:
1. Kebiasaan Merokok
Rokok, punya kandungan zat-zat kimia beracun yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker. Selain kanker, laman Halodoc juga menyebut jika kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah serta kolesterol yang keduanya adalah faktor utama yang menyebabkan stroke ringan.
Maka dari itu, menjauhkan diri dari rokok bisa jadi salah satu cara terbaik agar Anda terhindar dari stroke.
2. Konsumsi Alkohol
Dalam pusat layanan pengobatan stroke, banyak juga ditemukan salah satu penyebab stroke yakni konsumsi alkohol berlebihan.
Konsumsi alkohol berlebihan bisa bikin stroke karena meningkatkan tekanan darah serta kadar trigliserida yang merupakan bentuk lemak dalam darah yang bisa memasok arteri.
Jika kadar keduanya tinggi, maka risiko Anda terkena stroke jadi ikut tinggi. Akan jauh lebih baik kalau Anda menghindari konsumsi alkohol yang terlalu banyak.
3. Pola Makan Buruk
Makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh bikin tekanan darah dan kolesterol melonjak. Apalagi jika dalam konsumsi harian, Anda kurang menyertakan serat dan sayuran.
Jika begini, maka hasilnya pembuluh darah makin cepat rusak dan risiko stroke jadi lebih besar.
4. Gaya Hidup Pasif
Apakah Anda setiap harinya jarang bergerak? Jika iya, metabolisme tubuh dan aliran darah jadi lambat dan terganggu.
Kalau Anda terlalu lama duduk, misalnya, selain memicu obesitas, masalah jantung yang memicu stroke juga jadi salah satu bahaya yang mengintai.
5. Obesitas
Saat berat badan berlebih, maka kerja jantung makin berat. Apalagi jika kadar gula dalam darah tinggi. Jika begini, hasilnya bisa merusak pembuluh darah kecil.
Saat pembuluh darah kecil rusak, maka kondisinya bisa memperbesar kemungkinan penyumbatan darah di bagian otak.
6. Kurang Tidur
Punya kebiasaan begadang? Ini juga termasuk kebiasaan yang tingkatkan risiko stroke. Lebih dari sekadar istirahat, tidur itu waktu bagi tubuh untuk memperbaiki sistemnya.
Jika Anda kurang tidur, maka tekanan darah bisa naik dan akan memicu stres berkepanjangan. Keduanya juga faktor yang bisa mempercepat serangan stroke.
Selain mengetahui dan tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas, penting juga untuk memahami gejala-gejala stroke seperti wajah yang mendadak mencong, sulit bicara, atau ada bagian tubuh yang melemah.
Jangan tunggu hingga besok, segera datang ke pusat layanan pengobatan stroke di RS Premier Jatinegara yang punya layanan diagnosis dan penanganan cepat.